Simulasi & Evaluasi Kajian Kelayakan Finansial (KKF)

Penyambungan Pelanggan Tegangan Tinggi 150 kV · Alat bantu analis — bukan dokumen resmi
Dashboard
Asumsi Nasional (Lapis A)
Profil Sistem (Lapis B)
Metodologi

Sistem Aktif

Profil Pelanggan

50 MVA
⚠ Capex belum disesuaikan dengan perubahan daya (perubahan > ±20% sejak capex terakhir diedit). Skema penyambungan (jumlah bay / IBT / level tegangan) mungkin berubah — tinjau ulang capex.
400 jam/bln (kWh/kVA)
Preset data center (DRUPTL 2025–2034):
jamkVA = jamkW × cos φ (dinyatakan eksplisit, lihat Metodologi)
Tahun mulai% jam nyala penuh≈ jam/bln
Tahun sebelum fase pertama memakai % fase pertama; tanpa fase = 100%.

Timeline

Investasi & Biaya

Kas BP tetap diterima di tahun kas keluar pertama; toggle ini hanya mengubah pengakuan untuk penghitungan pajak.

Parameter Finansial (dari Lapis A)

WACC tunggal — dipakai konsisten untuk semua diskonto, MIRR, dan sensitivitas. Tidak ada rate kedua tersembunyi.

Cashflow Kumulatif Terdiskonto (3 basis pendapatan)

Titik ◆ = tahun discounted payback (kumulatif memotong nol). Semua nilai didiskonto dengan WACC tunggal ke tahun kas keluar pertama.

Margin per kWh (per basis)

Breakeven — angka keputusan

Sensitivitas NPV — Tornado basis: Kas Korporat

Rentang uji: harga jual ±10%, harga beli ±10%, WACC ±2 pp, capex ±20%, jam nyala ±20% (dibatasi fisik 0–744 jam), energize ±1 tahun. Diurutkan otomatis dari dampak terbesar.

Komparasi Antar Sistem (pelanggan yang sama)

Hanya profil dengan harga jual & beli terisi yang dihitung. Menjawab: "kalau pelanggan ini di Jamali vs di Sulutgo, bedanya apa".

Decision Point

Data Belum Terverifikasi

Lapis A — Asumsi Nasional (satu set untuk semua sistem)

Semua field di bawah kosong / placeholder saat pertama dibuka — pengguna yang mengisi. Klik badge untuk mengubah status verifikasi; saat TERVERIFIKASI isikan sumber & tanggal singkat.

Tarif golongan (Rp/kWh) — LWBP, WBP, faktor K

Jika WBP dikosongkan, dashboard memakai WBP = LWBP × K. Isi manual dan beri label "verifikasi dasar regulasi".

Lapis B — Library Profil Sistem

1 · Energi

Energi/tahun (kWh) = MVA × 1.000 (kVA) × jam nyala (kWh/kVA/bln) × 12 × faktor staging(%)

Konvensi jam nyala yang dipakai adalah kWh per kVA daya kontrak (konvensi PLN). Jika pengguna memiliki angka jam nyala basis kW, konversinya dinyatakan eksplisit: jamkVA = jamkW × cos φ (karena kWh/kW = kWh/(kVA×cosφ)). Jika daya existing > 0, energi benefit dihitung inkremental: Energibenefit = maks(0, Energitotal − Konsumsi existing).

2 · Biaya Penyambungan (BP)

BP (Rp) = Tarif BP (Rp/VA) × (Daya diminta − Daya existing) × 1.000.000 (VA/MVA)

BP dihitung atas daya inkremental. Tarif Rp/VA diinput manual dengan label "verifikasi dasar regulasi" — tidak ada angka regulasi yang ditanam. Kas BP diterima pada tahun kas keluar pertama; untuk pajak, BP dapat diakui penuh tahun diterima atau diamortisasi merata selama masa operasi (toggle).

3 · Tiga basis pendapatan (dihitung paralel, tidak ada verdict tunggal)

(a) Basis Unit = PSA efektif × (1 + margin PSA) × kWh (b) Basis Kas Korporat = BPP_tegangan × (1 + margin kompensasi) × kWh (c) Basis Tarif Saja = [ %LWBP × Tarif_LWBP + %WBP × Tarif_WBP ] × kWh

Penjelasan basis (b): sesuai formula kompensasi pemerintah, pendapatan kas korporat = tarif + kompensasi = tarif + (BPP(1+m) − tarif) = BPP × (1+m) — komponen tarif saling meniadakan. Basis (c) adalah referensi tanpa kompensasi. Untuk struktur PSA tipe KAPASITAS+ENERGI:

PSA efektif (Rp/kWh) = [ HK (Rp/kW-bln) × cos φ ÷ jam nyala ] + Σ ( %blok × HE_blok ) — komponen kapasitas dibagi jam nyala basis kW = jam nyala kVA ÷ cos φ

Harga PSA/PPA dalam SK Penetapan Transfer Price adalah Harga Transfer Dasar (HTD). Berlaku penyesuaian bulanan HTB = HTD × (1 + %PHT) terhadap kurs, ICP, inflasi, dan HBA (maks 70 USD/ton) sesuai Lampiran-1 masing-masing SK — dashboard ini memakai harga dasar; gunakan override bila ingin memakai HTB bulan berjalan.

4 · Biaya energi (toggle kondisi sistem)

DEFISIT → biaya inkremental = Transfer Price PPA KIT/PJBTL efektif × (1+margin) SURPLUS → biaya inkremental = Variable cost pembangkit marginal (Rp/kWh) Biaya energi/tahun = harga beli inkremental ÷ (1 − losses) × kWh terjual

Logika: pada sistem defisit, tiap kWh tambahan harus dibeli penuh; pada sistem surplus, kWh tambahan hanya menaikkan dispatch pembangkit marginal sehingga biaya relevannya adalah variable cost-nya. Losses meng-gross-up energi yang harus disediakan.

5 · NPV, B/C, payback, MIRR

NPV = Σ CF_t ÷ (1+WACC)^t , t = 0 di tahun KAS KELUAR PERTAMA (mulai konstruksi) Horizon = masa konstruksi + masa operasi — tidak ada baris biaya di luar horizon B/C = PV(pendapatan + BP) ÷ PV(capex + biaya energi + O&M + pajak) Pajak = tarif pajak × maks(0, pendapatan − biaya energi − O&M − depresiasi + pengakuan BP) Depresiasi = capex ÷ umur aset (garis lurus, mulai COD, dalam horizon)

Discounted payback ditampilkan dua versi berlabel: (i) diukur dari kas keluar pertama, (ii) diukur dari energize. IRR biasa sengaja TIDAK ditampilkan: cashflow penyambungan bersifat non-konvensional (BP diterima sebelum capex selesai → tanda cashflow berganti lebih dari sekali) sehingga akar IRR bisa ganda/menyesatkan (spurious). Sebagai metrik persentase digunakan MIRR dengan financing rate = reinvestment rate = WACC.

Penyederhanaan yang diakui: pajak dihitung per tahun tanpa loss carry-forward; nilai sisa aset di luar horizon tidak diperhitungkan (konservatif).

6 · Sensitivitas & breakeven

Tornado menghitung ulang NPV Basis Kas Korporat penuh untuk tiap variabel (bukan aproksimasi linier). Breakeven dicari dengan bisection: (i) variable cost marginal maksimum agar NPV Kas Korporat ≥ 0; (ii) jam nyala minimum agar NPV Basis Unit ≥ 0 (memperhitungkan efek jam nyala pada PSA efektif tipe kapasitas+energi).

Panduan awal — 5 langkah mengisi asumsi

  1. Mulai cepat: klik "Muat Referensi 2026 (SK TP)" di header — mengisi PSA/PPA 4 regional dari SK Penetapan Transfer Price 2026 + parameter finansial dari KKF KMG, lengkap dengan sumber per field. Atau isi manual: Lapis A — WACC, BPP, margin kompensasi, tarif golongan, tarif BP, pajak.
  2. Lapis B — pilih profil sistem (Jamali … Papua), isi Transfer Price PSA (jual) & PPA KIT (beli) — tipe FLAT atau KAPASITAS+ENERGI — plus kondisi SURPLUS/DEFISIT, VC marginal, dan losses.
  3. Tandai tiap angka dengan badge [TERVERIFIKASI] + sumber & tanggal. Selama masih ada [PLACEHOLDER] pada field inti, seluruh hasil diberi watermark simulasi.
  4. Dashboard — atur daya (MVA), jam nyala, timeline, capex, staging. Hasil 3 basis bergerak real-time.
  5. Ekspor JSON untuk menyimpan seluruh asumsi (tidak ada penyimpanan browser) — impor kembali di sesi berikutnya.